Follow liatorry on Twitter / Archives / Feed/ Simply Click Here To Ask Me :)

ClumsyDaydreamerStubbornSleepyhead

  • 4th May 2012

  • 1 note 
  • Permalink
  • Tweet this

CitraLand Ambon Bay View City Ciputra New Cluster The Rotterdam

A PHOTO

I’m pleased to announce the launch of our new cluster:

The Rotterdam


At CitraLand Ambon - Bay View City

  • 49 m2/ 135 m2, 2 BR
  • 65 m2/ 120 m2, 2 BR
  • 84 m2/ 120 m2, 2 BR

Get special offers only on May 2012!

For further information, please call 0911 - 3285 888, or simply send an email to: liatorry@yahoo.com


Cheers, :)

Comments
  • 14th April 2012

  • http://backpackstory.wordpress.com
  • Permalink
  • Tweet this

travel

A QUOTE

God creates the earth, and traveling; is how we appreciate it.

Comments
  • 4th April 2012

  • 1 note 
  • Permalink
  • Tweet this

wedding song playlist

A TEXT POST

My Wedding Playlist

Gak mau kalah dengan On The Spot, saya juga punya 15 lagu termanis versi saya, yang WAJIB hukumnya harus ada di playlist lagu2 pernikahan saya nanti. Hehehe.

  • Tentang Kamu - Tompi

“Adakah kau merasakan juga, cinta yang slalu hidup di jiwaku? Tak tahu mengapa dirimu begitu indah, membuatku slalu ingin di dekatmu?”

Ini adalah lagu pertama yang pacar nyanyiin ke saya, dulu, waktu statusnya masih gebetan. Yah, ceritanya curhat terselubung gitu deh lewat lagu. Gara-gara lagu ini, jadi mulai suka dengerin Tompi, dan sampe sekarang masih suka senyum2 sendiri kalo dengerin lagu ini.

  • Superman - Ronan Keating

“Your love has been a torch to guide me. I hope I can be all that you deserve. Well I’m no superman, but I’ll love you that best I can”

Suara sexy-nya Ronan Keating bikin lagu ini jadi super romantis. Tentang cowok yang berusaha menjadi yang terbaik buat cewek yang sangat dicintainya. Sederhana, tapi manis.

  • Love of My Life - Michael W. Smith & Jim Brickman

“I am amazed when I look at you, I see you smiling back at me. It’s like all my dreams come true.”

Kalimat You are the love of my life di reff kayaknya udah cukup buat gambarin gimana pentingnya peranan lagu ini dalam playlist saya. Hahaha, padahal gak tau mo nulis apa. Ya intinya harus masuk playlist lah pokoknya. Kenapa? Gak suka? Ngajak berantem?? Hah? Hah? HAHHH!!!

  •  For the First Time - Rod Stewart

“For the first time I am looking in your eyes. For the first time I’m seeing who you are. I can’t believe how much I see, when you’re looking back at me. Now I understand what love is, love is, for the first time.”

Ini semua gara-gara Rod Stewart! Suaranya si Oom yang serak-serak becekh gak ada ojekh ini yang bikin saya langsung jatuh cinta. Gak ada alasan buat gak masukin lagu ini ke daftar saya. Pe-er: Cari wedding singer yang bisa nyanyi For The First Time seromantis Oom Rod.

  • I Do - Colbie Caillat

“I never wanted to be anybody’s other half. I was happy saying I had a love that wouldn’t last. That was the only way I knew ‘til I met you. You make me wanna say I do, I do, I do, do do do do do.”

Lagunya riang, tapi ngena. Apalagi pas bagian: Can we be a family? And when I’m eighty years old I’m sitting next to you, and we’ll remember when we said I do. Iiiikkhhh, manis banget tau gak siiiiiihhhhhh? So sweet geetoooohhh *Yuk ah ke Sevel minum Slurpee*. Suka deh sama lagu-lagunya Colbie Caillat <3

  • Love Is You - Ten To Five

“Let me love you with all my heart. You are the one for me, you are the light in my soul. Let me hold you with my arms. I wanna feel love again, coz I know: Love is you.”

You are the light in my soul. Tsaaaahhhh, cakeps. Ten 2 Five memang juara. Dulu nih ya, pernah liat di Katakan Cinta ada cewek dilamar dan dinyanyiin langsung sama Ten 2 Five. Aaaakkk, itu tuh cita-cita banget! Sampe sekarang Katakan Cinta udah punah juga masih teteup aja keinget-inget, dan iri setengah mati sama si-cewek-yang-dilamar-pake-lagu-ten2five-live itu! Pengen juga ikh pas di wedding party tiba-tiba Ten 2 Five dateng trus nyanyiin lagu ini. Bwahahahahaha. Yah mimpi dulu aja kali ya bok! =)))

Tapi kalo Ten 2 Five beneran muncul…. Kalo beneran…. KALO BENERAN…. *pengsan*

  • This I Promise You - Ronan Keating

“Take my hand, only you can stop me shaking. We’ll share forever. This I promise You. And when I look in your eyes, all of my life is before me. And I’m not running anymore ‘cause I already know I’m home.”

Oke. Saya cinta berat sama Ronan Keating, sampe harus nambahin 1 lagunya dese lagi ke wedding playlist saya. Eh tapi lagu ini penting banget loh, liriknya keren! Ehm, buat lagu first dance kayaknya lucu juga. Hihihihi.

  • We Are One - Westlife

“We were two, now we are one.”

Ini boyband ngetop banget pas jaman diriku abege, jadi hafal mampus sama lagu-lagunya. Ceritanya ngefans gituh sama Bryan and the gank. Eciyehhhh. Nah, salah satu lagunya yang saya suka ya lagu ini, jadi harus masuk playlist juga dong ah!

  • From This Moment On - Shania Twain

“You’re the reason I believe in love, and you’re the answer to my prayers from up above. All we need is just the two of us.
My dreams came true because of you”

Klasik. Lagu sejuta umat. Berhubung saya umat ke 992.605 jadi harus memasukkan ini sebagai salah satu theme song juga.

  • Kita Satu - Bobby One Way & Vita

“Kaulah satu tulang dari tulangku, yang kuimpikan selama hidupku ‘tuk bersanding denganmu”

Salah satu lagu pernikahan yang saya suka dengan lirik sederhana. Buat duet sama pasangan pas pemberkatan di gereja. *brb panggil wedding singer, biar tamu-tamu gak pada bubar*


  • When GOD Made You - Natalie Grant

“It’s always been a mystery to me how two hearts can come together, and love can last forever. But now that I have found you, I believe that a miracle has come, when God sends the perfect one.”

“I wonder what God was thinking when He created you. I wonder if He knew everything I would need, because He made all my dreams come true. When God made you, He must have been thinking about me.”

Pasti merinding tiap dengerin lagu ini. Gak bisa ngebayangin gimana suasananya kalo pas di pemberkatan dinyanyiin lagu ini. Ini lagu sapa yang bikin sik? Sumpah KEREN.

  • You and Me - Lifehouse

“And I don’t know why, I can’t keep my eyes off of you”

Sebenernya saya rada gak yakin, nih lagu cucok gak sih bok sama tema? Tapi karena saya suka lagunya, cusss masukin aja ke playlist. Hehehe.

  • You Belong To Me - Lifehouse

“And I’ll be so alone without you, maybe you’ll be lonesome too.”

Nah ini satu lagi lagunya Lifehouse yang jadi favorit saya juga, wajib masuk playlist juga. Udah, gak pake alesan. ;p

  • I Love The Way You Love Me - Boyzone

“And I like the way your eyes dance when you laugh, and how you enjoy your two-hour bath, and how you’ve convinced me to dance in the rain with everyone watching like we were insane.”

Kalo dengerin lagu ini langsung kayak, ikh guweh banget tauuukkk!!! Berasa kayak lagu ini memang khusus diciptain buat saya. Hahahahaha. Jadi, dear pacar, meskipun dirimu gak suka boyband, diriku pengen request dinyanyiin lagu ini deh nanti. Aihihihihiihihi *kayang*

  • When I See You Smile - Bad English

“Sometimes I wanna give up, I wanna give in, I wanna quit the fight. And then I see you baby, and everything’s alright”

Kamu senyum aja deh, dan semuanya akan baik-baik saja. Ohmaigattt. Lagu ini kalo dijadiin satu kalimat singkat mungkin bunyinya gini: Kamu, semangatku. Jelas banget yah pemirsa, kenapa ini wajib masuk playlist.

  • Save The Last Dance For Me - Michael Buble

“Go and have your fun. Laugh and sing, but while we’re apart don’t give your heart to anyone. And don’t forget who’s taking you home, and whose arms you’re gonna be. So darling save the last dance for me.”

Kenapa harus lagu ini? Karena saya suka Michael Buble. Titik.

  • The Only One - Lionel Richie

“You turned me inside out, and you showed me what life was about. Only you, the only one that stole my heart away”

Dan kenapa juga harus lagu ini? Lagunya memang jadul, tapi menenangkan. Tsaaaahhhhh. Sebenernya paling enak jadi lagu pengantar tidur *ini kisah nyata*, enak banget dengernya sampe merem melek gitu. Hehehehe.

Eh, udah 17 yah lagunya?

Sepertinya saya harus mempertimbangkan tambahan waktu resepsi deh, karena masih ada segambreng lagu lagi di kepala, minta dimasukin ke wedding playlist saya. Lah, kapan bubarnya ini ntar pestanya, Malih???

Comments
  • 16th March 2012

  • ~ mind
  • Permalink
  • Tweet this

A QUOTE

I still can’t stand these hypocrisy and backstabbing things. How will I survive?

Comments
  • 6th March 2012

  • Permalink
  • Tweet this

engagement session fotografi couple belajar

A VIDEO

DAY 3.

Part Two.


And these are our work results in portrait mode. Once again, i thank the lovely couple, and also great friends of mine for this humble yet awesome experience. I heart you all :’)

Comments
  • Permalink
  • Tweet this

engagement session fotografi couple belajar

A VIDEO

DAY 3

Part One.

Here are some results of our photography session in landscape mode. Oh, by the way, 2 of above pics weren’t taken by me. Thank GOD for great favor from some friends :)

Comments
  • 17th February 2012

  • Permalink
  • Tweet this

engagement session fotografi couple belajar pantai Liang

A VIDEO

Kalo kakak tingkatnya pacarku berhalangan, minta tolong kamu dan pacarmu yang bantu fotoin kita yah… Bisa gak?


ITULAH awal mulanya kenapa foto-foto ini bisa muncul. Abis itu saya mikir-mikir lagi, lah kok ya berani dimintain tolong foto-foto couple gini, dan ceritanya ini PREWED-nya mereka. PREWED sodara-sodara!!


Gugup dong pemirsa, secara pengalaman pertama yah. Akhirnya persiapan pun dimulai dari…. Googling foto-foto prewed yang bagus buat referensi (baca: contekan). Segala macem foto saya liatin, mulai dari foto prewed lokal, Korea, Thailand, sampe yang punya bule-bule juga dihajar semua, dan yang keren saya save trus besoknya dibuka lagi file-nya, besoknya lagi, lagi, dan lagi. Hobi sih yaaa liat barang-barang ginian. Hehehe. Saya penyuka foto-foto prewed-wedding. Bukan cuma foto-fotonya bride(to-be) dan groom(to-be)nya saja, segala bridesmaids, orang tua, dekorasi, detail pernak-pernik, undangan, souvenir, asal nemu foto yang bagus aja langsung saya save.


Setelah referensi dikumpulin, ngobrol-ngobrol berdua sama si temen (iya, berdua aja, calon suaminya mah ngikut aja katanya, hehehe), kita mulai bikin list barang-barang yang harus dibeli/ disiapkan waktu sesi pemotretan nanti. Jadi nih ya, berhubung kita nanti ada sesi piknik (standar yah), sesi pinggir pantai (standar juga), dan sesi rumah contoh (ini edisi khusus, thank GOD we’re part of this superb developer, hihihi), kita harus siapin detail-detail khusus kayak keranjang piknik, balon gas, mainan buat bikin gelembung sabun, novel-novel, majalah, buah-buahan, kue, minuman, buket bunga, confetti bentuk hati, dan kain alas piknik. Gak ketinggalan juga cocok-cocokin baju sama pasangan, dan sama tema yang udah disiapin.

DAY 1.


Idenya sih sederhana, standar, tapi persiapannya rempong juga mak! Belom lagi halangan, rintangan, dan cobaan yang menghadang. Namanya juga manusia ya, pasti gak luput dari cobaan *elus-elus dada* *dada Brad Pitt* *Heuuuueeekkk*. Pacar gak bisa ikut, karena ada kerjaan. Ya sudah gak apa-apa. Untungnya ada temen 1 lagi yang bersedia ikutan repot-repot bareng. Banyak bantuin lah pokoknya. Balon gas dicari-cari gak ketemu di mana-mana, entah ke mana Mas-Mas tukang balon itu pergi. Mungkin berlari ke hutan. Ya sutralah, beli balon biasa aja, dan ditiup sendiri. Hehehehe. Terus temenku kan mo ada foto di studio juga, edisi resmi. Jadi harus make up dan kondean dulu tuh di salon. Eh tukang salonnya telat datang, dan make up-nya mengusung tema alon-alon waton kelakon, alhasil selesai didandanin jam 3 malam sore sodara-sodara!!! Huuuuaaaa, pengen nangis rasanya.


Di studio ijk udah panik dong, bolak balik liatin jam, tapi ditegor temenku,

“udah biarin aja, mereka biar rileks fotonya, gak usah dikejar-kejar waktu, kalo memang gak sempet ya gak apa-apa, yang penting satu ini udah selesai dulu”

Oke baiklah. Bener juga, kalo buru-buru malah nanti jelek semua deh. Makasih ya temanku yang baik hati, sudah mengingatkan. That’s what friends are for :’)


Selesai foto studio sekitar jam 5 sore, pada puter otak lagi, secara waktunya udah mepet, menjelang malam dan kondisi makin gelap. Sementara peralatan perang saya seadanya. Jadi rentang waktu buat sesi foto kita pendek banget, gak mungkin lah dapet semua yang udah kita rencanain. Akhirnya kita putusin buat ke pantai Liang, yang sebenernya kalo diinget-inget lagi bukan keputusan yang tepat deh rasanya. Hehehe. Soalnya pantainya lumayan jauh, bisa-bisa sampe sana udah gelap gulita. Tapi toh kita tetep jalan, dan puji TUHAN sampe sana masih belom gelap-gelap amat, meskipun hasilnya jadi agak noise, dan buru-buru juga fotonya. Salah satu hasilnya ada di foto di atas - Lokasi: Pantai Liang :)

Yang tadinya rencana kita sesi fotonya sehari kelar, ujung-ujungnya jadi 2 hari. Besoknya kita lanjutin lagi (dan kayaknya besok-besok akan ada sesi hari ke-3 juga deh. Hehehe). Nah jadi, selain mempersiapkan tema, baju, dan pernak-pernik pelengkap, sebaiknya kita juga mempersiapkan plan B. Fungsinya ya itu tadi, biar kalo rencana awal gak berjalan mulus, kita gak perlu bingung-bingung lagi. Sama kali yaa kayak semua hal lain yang kita lakukan, pasti selalu ada plan B untuk yang tidak terduga.

DAY 2.


Kali ini temen saya datangnya lebih pagi, karena gak ada salon-salonan lagi. Hari ini edisi casual. Tapi teteupp ya bok, rambut catok rapi. Ciamiks. Dia jadi keliatan beda dari biasanya. Berhubung saya udah siapin peralatan make up dari rumah, ditambah punya dia juga, jadilah kita saling dandan mendandani. Eh, dandanin temen saya doang sih. Ceritanya kita kolaborasi jadi make up artist dadakan. Hihihi. Hasilnya oke juga ikh, she looked stunning!! Aura kecantikannya memancar membabi buta. Hahahaha. Tapi beneran deh, manglingi. Kalo pacarnya sih tempelin bedak dikit, udah deh beres. Namanya juga cowok ya pemirsa…

Yak. Markitmul. Mari kita mulai sesi hari ini di rumah contoh dulu. Gak ada halangan berarti, kecuali, seperti biasa, saya jadi gugup, bingung ngarahin nih pasangan. Padahal udah bolak-balik ngeliatin contoh foto-foto prewed nih, tapi tetep aja begitu berhadapan dengan kenyataan, BLANK! Memang ya, gak semudah keliatannya. *makanya jangan songong deh*


Berikutnya sesi piknik. Balon-balon dikeluarin, mainan gelembung sabun disiapin, confetti juga dipake. Sesi ini yang paling heboh pake pernak-perniknya. Tapi panas mataharinya menyengat banget, soalnya pas siang bolong gitu fotonya. Dan pohon-pohon di area piknik juga belom pada rimbun-rumbun amat. Saya, yang dasarnya amatiran ya bingung juga fotonya gimana. Hehehehe. Ya maap, masih belajar, masih bocor sana-sini. Hehe. Mohon bimbingannya yaa para suhu!


O ya, saya juga sebenernya udah siapin gantungan bentuk hati warna-warni gitu deh, ceritanya biar bisa diiket di pohon, gelantungan gitu ditiup angin. Hahahaha. Etapi benangnya kusut semua!!!! Aaaarrrrggghhh, padahal udah
begadangan bikinnya. Gak kepake deh jadinya. Hiks.


Terus sesi berikutnya pake baju pengantin, tapi dandanannya gak seribet kemaren. Lagi-lagi belom pinter ngatur jadwal, target foto di 3 tempat dengan baju pengantin meleset semua. Huuuaaaaaaa. Sedih. Maafkan saya ya cemaaann cemaaaannnn. Saya masih butuh banyak belajar, dan meskipun tidak meminta secara langsung (karena saya orangnya sangat pemalu, hihihihi), tapi saya sangat mengharapkan kritik dan masukan dari para sesepuh yang sudah malang melintang di dunia persilatan ini. Halah. Eh tapi serius loh.

Besok-besok harus lebih baik lagi! Yeaaahhh!!!

Oh, dan satu lagi yang saya pelajari dari sesi foto kali ini. Munculnya sih pas lagi coba-coba ngedit foto-foto hasil kemaren. Laen kali konsepnya harus lebih jelas. Terarah. Menurut pendapat saya loh yaaa. Soalnya saya lebih suka liat foto-foto prewed yang pake satu tema besar gitu. Jadi kayak ada jalinan ceritanya gitu deh. Tsaaaahhh. *Ngomong apa sih yaaa Mbak???* *Abaikan*

PS: Spesial terima kasih buat temenku Ria (dan Rommy) yang rela difoto olehku, ikhlas jadi bahan percobaan, meskipun sudah diingatkan berkali-kali sebelumnya. Hehehe. Makasih yaa buat kesempatan yang hebat ini :’)

Comments
  • 1st February 2012

  • 3 notes 
  • Permalink
  • Tweet this

Ambon view

A VIDEO

Ambon, an enchanting island in Maluku, Indonesia.

Comments
  • 25th January 2012

  • 1 note 
  • Permalink
  • Tweet this

perempuan mimpi

A TEXT POST

Perempuan Bernama Aurora

Aurora itu…

Perempuan dua puluhan, yang berusaha membunuh ketergantungan akan kamar tidurnya, tempat ia bebas menyendiri, dan bermimpi panjang. Selalu mencoba membuka diri untuk lingkungan baru, berharap bisa keluar dan menjadi pemberani yang mau menaklukkan tantangan, agar mimpi-mimpi indahnya menjadi kenyataan saat ia membuka mata menyambut sinar matahari.

Angan-angannya bisa melayang bebas di udara, berlari jauh meninggalkan tubuhnya, dan baru kembali tepat sebelum ia terlelap. Namun perkataannya terbatas, banyak kali terangkai tak secantik tarian di dalam jiwanya.

Selalu mual melihat orang-orang munafik, penjilat, dan pembual. Juga pembenci manusia-manusia yang tidak menghargai orang tuanya.

Tertawa, marah, menangis, berbicara keras dan melembut dapat terjadi padanya dengan cepat. Emosinya memang masih sulit dikendalikan. Naik turun begitu saja bahkan sebelum satu episode sinetron selesai.

Kadang-kadang ingin segera menikah, tapi lalu tidak ingin diikat terlalu cepat dengan kewajiban atas gelar istri.

Senang bekerja, untuk memberi nafas pada kecintaannya terhadap fotografi. Senang bekerja, bertemu orang baru, belajar banyak hal. Senang bekerja, demi kaki yang senang jalan-jalan. Senang bekerja, meskipun sesekali terdengar keluhan darinya. Tentang penjilat, tentang pembual, tentang orang munafik. Ya. Kebanyakan tentang orang-orang seperti itu. Tentang perlakuan yang dirasanya tak sama rata juga terkadang disebut oleh mulutnya.

Berantakan. Cepat panik. Cengeng. Sentimentil.



Perkenalkan, nama saya Aurora.

Comments
  • 18th January 2012

  • 5 notes 
  • Permalink
  • Tweet this

Ambon Manise Wisata Pantai Sunset Langit Sore

A TEXT POST

Ambon Manise

“Kereeeennn banget viewnya!!!” Si pacar teriak histeris di atas motor. Saya ingat, itu kali pertama dia ke Ambon, dan saya ajak jalan-jalan pake motor keliling kota.

Saya ketawa ngakak dong liat reaksi kayak gitu. I was like, ikh lebay banget, biasa aja kaleee. Itu cuma pemandangan kota di tepi pantai, yang keliatan jelas di sepanjang perjalanan kami menuruni bukit dari rumah saya menuju pusat kota. CUMA itu.

Hari-hari setelahnya, dia hobi banget ngajak maen ke pantai. Rasanya hampir tiap minggu jadwal kita sama: ke pantai. Nama pantainya aja yang beda-beda. Liang, Natsepa, Hukurila, Pintu Kota, Batu Lubang, Alang, Namalatu. Sebut aja, dia pasti langsung semangat ngajakin ke sana. Pantainya bagus-bagus, katanya. Padahal ya gitu-gitu aja. Dari jaman piknik berjamaah bareng tetangga, yang masih bawa rantangan dari rumah, sampe sekarang jaman piknik asik, tinggal tereakin tukang jualan lewat juga ya pantainya masih sama.

Oke. Mungkin cuma pacar saya yang agak drama.

Tapi ketika proyek tempat saya kerja mulai menggarap lahan di atas bukit dengan view ke laut, lalu orang-orang dari proyek laen mulai kunjungan ke tempat kami, dan secara mengejutkan saya menangkap reaksi mereka ternyata sama dengan apa yang ditunjukin pacar saya dulu, saya jadi mulai mikir lagi.

Mungkin memang benar, kota saya ini alamnya seindah yang dibilang orang. Mungkin karena saya lahir dan besar di sini, mungkin karena mata saya sudah menangkap pemandangan yang sama selama bertahun-tahun, yang membuatnya gak terasa istimewa lagi (Biasanya gitu kan ya? :D). Mungkin saya perlu melihat kota ini dari sisi berbeda, biar terlihat cantik.

Mungkin juga di luar sana, banyak yang sama kayak saya, sampai ada orang lain yang datang, membuat mata kita terbuka lebar-lebar.

Bersyukurlah saya, masih bisa menikmati sunset yang indah setiap hari. Bersyukurlah saya, langit sore yang romantis itu, bisa saya nikmati hanya dengan memandang ke sisi kanan jalanan pulang, dari kantor menuju rumah. Bersyukurlah saya, busur warna-warni bernama pelangi, rajin membelah langit di atas proyek kami. Bersyukurlah saya, pantai berpasir putih, dengan laut bening bergradasi hijau dan biru, bisa saya temui kapan saja saya mau, gak pake terbang atau berkendara sampe pegel dulu. Bersyukurlah saya, semua keindahan itu ada di sekeliling saya.

Kalo semakin banyak yang bersyukur sama kota ini, harusnya semakin banyak yang mencintainya dong ya. Artinya makin banyak yang tersulut semangatnya buat membangun Ambon, khususnya di sektor pariwisata. Biar kita gak jalan di tempat. Mimpi saya, kota ini jadi destinasi wisata utama di Indonesia. Tsaaaahhhh. Amin deh!


PS:
O ya, no pic kan biasanya = hoax ya sodara-sodara. Jadi semoga dalam waktu dekat sudah ada “Ambon Manise part 2”, edisi spesial gak pake telor, isinya foto2 doang-only-thok, tentang Ambon dan segala keindahannya :)

Comments
Next »

Atonement by Toni Romero Powered by Tumblr / Archives / Feed / Website counter Footprints